Beranda / Ekonomi / UMKM Bisa Selamatkan Indonesia dari Krisis Akibat Covid-19

UMKM Bisa Selamatkan Indonesia dari Krisis Akibat Covid-19

Diterbitkan pada 28 Aug 2020 oleh: Redaksi

Ilustrasi UMKM Bisa Selamatkan Indonesia dari Krisis Akibat Covid-19 (pxhere)

Bagikan di Facebook Twitter


Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) bisa menjadi dinamisator sehingga perekonomian Indonesia dapat keluar dari krisis yang diakibatkan pandemi Covid-19. 

Hal tersebut dikatakan Menteri Koperasi dan UKM (Menkop UKM) Teten Masduki pada pembukaan Pelatihan Peningkatan Kapasitas dan Kualitas SDM KUMKM di Daerah Penyangga Destinasi Super Prioritas Danau Toba di Kab Simalungun Sumut Rabu (26/8). 

Menurutnya, dengan jumlah pelaku usaha yang mencapai 99 persen, penyerapan tenaga kerja 97 persen dan kontribusi terhadap PDB 60 persen, maka dalam kelesuan ekonomi akibat dampak pandemi ini, UMKM harus diselamatkan terlebih dulu. “Saya sudah sampaikan hal ini pada Presiden.” 

Teten juga mengatakan, untuk usaha besar masih bisa menunda investasinya dan kondisi keuangannya masih cukup baik. Berbeda dengan UMKM yang saat ini modalnya tergerus untuk kebutuhan sehari-hari. “UMKM itulah harus kita perkuat agar terus berjalan usahanya. Bagi UMKM untung sedikit saja tidak apa-apa, asal usahanya terus jalan," ujar Teten. 

Menkop UKM memaparkan, pandemi Covid-19 telah berdampak mendalam, dimulai dari krisis kesehatan yang merambat ke krisis ekonomi, khususnya bagi Koperasi dan UMKM. BPS secara resmi telah merilis angka pertumbuhan ekonomi Triwulan 2 sebesar minus 5.32%. Kontraksi ekonomi tidak hanya dirasakan Indonesia tetapi juga oleh 215 negara lainnya. Bahkan negara lain tidak lebih baik dari Indonesia, seperti Hongkong (-9%), Amerika Serikat (-9,5%), Singapura (-12,6%), Uni Eropa (-14,4%). Kecuali Tiongkok yang sudah mulai rebound tumbuh 3,2% di Q2-2020.  

Untuk mampu rebound di triwulan 3 dan 4, pemerintah melalui Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) telah memberikan stimulus Rp607,25 Triliun. Khusus Koperasi dan UMKM dianggarkan sebesar Rp123,46 Triliun, yang terdiri dari Insentif pajak (PPh) Final UMKM DTP) Rp2,4 Triliun. Subsidi bunga KUR dan Non KUR Rp35,28 Triliun. 

Kemudian, Penempatan Dana Untuk Restrukturisasi UMKM Rp78,78 Triliun. Imbal Jasa Penjaminan Rp5 Triliun. Dana cadangan penjaminan kepada PT. Jamkrindo dan PT Askrindo Rp1 Triliun. Pembiayaan Investasi kepada Koperasi melalui LPDB KUMKM Rp1 Triliun. 

Selain itu, ada program inisiatif lain dalam mendukung PEN, yaitu Banpres Produktif Usaha Mikro (BPUM) dimana pada 24 Agustus 2020, presiden meluncurkan BPUM kepada 1 juta pelaku usaha mikro dengan nilai sebesar Rp2,4 Juta per Pelaku Usaha Mikro yang tersebar di 34 provinsi dengan target sebelum akhir September sebanyak 9,16 juta pelaku usaha mikro akan menerima BPUM dengan total anggaran Rp22 Triliun.  "Dengan adanya program BPUM ini, diharapkan Pelaku Usaha Mikro yang unbankable dapat menambah modal kerja serta melanjutkan usahanya," jelas Teten.


Bagikan di Facebook Twitter