Beranda / Ekonomi / Tingkatkan Daya Saing di Tengah Ketidakpastian Global

Tingkatkan Daya Saing di Tengah Ketidakpastian Global

Diterbitkan pada 03 Juli 2019 oleh: Redaksi

Bagikan di Facebook Twitter


Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian kembali menggelar acara diseminasi Outlook Perekonomian Indonesia Semester II 2019. Setelah Surabaya, kali ini giliran kota Medan Sumatera Utara yang dipilih sebagai tempat penyelenggarannya. Outlook yang dikemas secara ringkas ini memberi gambaran terkini mengenai kondisi perekonomian, selain juga menjelaskan arah kebijakan pemerintah dalam mengelola perekonomian negara ke depannya. “Di dalamnya membahas perkembangan ekonomi global, kondisi ekonomi Indonesia, tantangan dan peluang yang dihadapi, serta proyeksi pertumbuhan ekonomi dan sektoral pada 2019. Selain itu, juga ada paparan sejumlah kebijakan prioritas serta kebijakan percepatan ekspor dan investasi,” ujar Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kemenko Perekonomian Iskandar Simorangkir, kala membuka acara ini Senin (1/7). Kegiatan diseminasi ini juga dirancang untuk memperoleh saran dan masukan terkait isu perekonomian yang tengah berkembang di masyarakat sebagai bagian dari proses penyusunan kebijakan publik. Selain itu, juga untuk memperkuat jejaring Kemenko Perekonomian dengan para pemangku kepentingan di daerah. Di hadapan para peserta diseminasi yang terdiri dari pelaku usaha, akademisi, dan pemerintah daerah setempat, Iskandar menceritakan gambaran besar kondisi perekonomian global. World Bank, Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD), dan International Monetary Fund(IMF) yang serempak memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia tahun 2019. Pertumbuhan dunia diperkirakan konvergen sebesar 3,3% di tahun ini. Mengenai pasar global dan komoditas, Ia menerangkan bahwa perdagangan global masih diliputi ketidakpastian. Namun, pasar komoditas akan mengalami pemulihan seperti komoditas minyak, aluminium, tembaga, nikel dan komoditas pertanian. Adapun penyebab dinamika ekonomi global tersebut antara lain kebijakan perdagangan AS yang mengenakan tarif impor tambahan terhadap mitra dagang (trade war); ketegangan geopolitik dan ketidakpastian politik dan ekonomi Inggris pasca kesepakatan Brexit; normalisasi kebijakan moneter AS; dan moderasi pertumbuhan kawasan Eropa dan Tiongkok. Namun di tengah kondisi perekonomian dunia tersebut, kondisi fundamental perekonomian Indonesia dapat dikatakan cukup baik dan stabil dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini dibuktikan dari capaian pertumbuhan ekonomi yang terus bergerak naik, didukung dengan inflasi yang terkendali serta perbaikan indikator-indikator sosial. “Iklim investasi dan daya saing Indonesia juga semakin membaik. Indonesia mendapat investment-gradepada level BBB dengan Outlook Stabil dari seluruh Rating Agencies,” kata Iskandar. Untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkualitas, lanjutnya, kebijakan pemerintah akan tetap berfokus untuk mendorong Investasi dan Ekspor. Kebijakan jangka pendek dilakukan dengan perbaikan iklim usaha melalui sistem Online Single Sumbission (OSS), insentif fiskal, vokasi, peningkatan ekspor, dan pengembangan pariwisata. “Sementara kebijakan jangka menengah dan panjang diupayakan melalui pengembangan infrastruktur dan SDM, melakukan transformasi ekonomi dengan memanfaatkan infrastruktur yang telah dibangun, serta meningkatkan saving melalui inklusi keuangan,” pungkasnya. Acara diseminasi ini menghadirkan beberapa narasumber antara lain: Asisten Deputi Pengembangan Ekonomi Daerah dan Sektor Riil Kemenko Perekonomian, Ferry Irawan; Perwakilan dari Direktorat Perencanaan Makro dan Analisis Statistik Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, Eka Chandra Buana; Pimpinan Program Studi Ekonomi Pembangunan Universitas Sumatera Utara, Coki Ahmad Syahwier; Kepala Program Studi Ekonomi Pembangunan Dosen Ekonomi Pembangunan Universitas Sriwijaya, Prawidya Hariani, dan Ketua Program Studi Ekonomi Pembangunan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, Prawidya Hariani. (idc/iqb)


Bagikan di Facebook Twitter