Loading...

PM Inggris Inisiasi Dialog Global Hadapi Kebijakan Tarif Impor Trump

Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, dijadwalkan mengadakan pertemuan dengan sejumlah pemimpin dunia pada akhir pekan ini, sebagai respons terhadap kekhawatiran yang muncul akibat kebijakan tarif Presiden AS, Donald Trump, demikian menurut pernyataan resmi dari Downing Street pada Jumat (4/4).

Fokus utama diskusi tersebut adalah membahas strategi bersama antarnegara dalam menanggapi kebijakan perdagangan yang diumumkan oleh Trump.

Dalam sesi pengarahan kepada media, juru bicara kantor perdana menteri menyatakan bahwa meski belum disebutkan secara rinci siapa saja pemimpin dunia yang akan terlibat, urgensi pembicaraan ini timbul karena pentingnya memperkuat kolaborasi internasional di tengah dinamika ekonomi global yang berubah drastis.

"Kami menyadari bahwa tatanan ekonomi dunia sedang mengalami transformasi besar. Ini menuntut adanya kerja sama yang lebih erat dengan mitra-mitra internasional demi menjaga kestabilan dan memperkokoh hubungan global," ujar juru bicara tersebut.

Ia menambahkan bahwa Starmer akan melakukan komunikasi langsung dengan para pemimpin global pada akhir pekan untuk mendalami persoalan-persoalan utama yang tengah berkembang.

Pertemuan tersebut menyusul pernyataan Starmer sehari sebelumnya, yang menyebut bahwa kebijakan tarif Trump bukan sekadar tindakan sesaat, melainkan sinyal dimulainya "fase baru" dalam pola hubungan dagang internasional.

Menanggapi pertanyaan seputar dukungan terhadap usulan ekonom Jim O’Neill — yang menyarankan negara-negara selain AS agar membentuk aliansi perdagangan bebas tanpa terlalu bergantung pada Washington — juru bicara menegaskan: "Prioritas Perdana Menteri saat ini adalah memperkuat hubungan dengan mitra-mitra global, dan hal itu akan terlihat dalam langkah konkret akhir pekan ini."

Ia juga menekankan bahwa pendekatan pemerintahan Starmer akan tetap bersifat tenang, rasional, dan pragmatis, dengan memastikan semua keputusan yang diambil sejalan dengan kepentingan nasional.

Sebelumnya, pada Rabu (2/4), Presiden Trump mengumumkan kebijakan tarif impor minimal 10 persen terhadap barang-barang dari sejumlah negara, termasuk Inggris, yang akan diberlakukan mulai Sabtu.

Meski kebijakan tersebut diperkirakan akan berdampak terhadap ekspor Inggris, Starmer menyatakan bahwa produsen dari Inggris masih relatif diuntungkan, karena tidak terkena tarif setinggi negara lain — seperti Uni Eropa yang dikenakan tarif 20 persen, Tiongkok 54 persen, dan Vietnam 46 persen.***