Beranda / Ekonomi / Pandemi Covid-19 Jadi Alasan Indonesia Sulit Ekspor Pangan

Pandemi Covid-19 Jadi Alasan Indonesia Sulit Ekspor Pangan

Diterbitkan pada 20 Oct 2020 oleh: Redaksi

Pandemi Covid-19 Jadi Alasan Indonesia Sulit Ekspor Pangan

Bagikan di Facebook Twitter


Pandemi virus corona atau Covid-19 sering dijadikan alasan oleh para negara-negara mitra dagang untuk menghambat masuknya produk asal Indonesia, seperti China dan Kanada. Situasi tersebut tentu harus diantisipasi secara cermat oleh para eksportir.

Hal tersebut disampaikan Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, Kementerian Perdagangan, Kasan Muhri, pada sebuah acara webinar. 

Kasan mencontohkan kasus ekspor produk perikanan ke China pada September lalu. Menurutnya, ekspor perikanan tersebut ditahan bukan karena produk yang terindikasi virus corona. Namun, proses pengemasan produknya dinilai tidak bebas dari Covid-19.

Kasan menjelaskan, situasi tersebut menyebabkan pembelian produk dari Indonesia batal.  Karena itu, strateginya harus disiapkan. “Jika ada pesanan batal, bisa diantisipasi dengan sistem resi gudang yang bisa dimanfaatkan," jelasnya.

Selain itu, Kasan mendorong para pelaku usaha untuk lebih cermat mengamati situasi pasar di negara mitra dagang. Produk-produk pangan yang sedang tumbuh tinggi dalam masa pandemi harus dapat dibaca oleh eksportir sehingga bisa menembus pasar dengan mudah.

"Jadi perlu lebih fokus pada pasar-pasar yang selama ini sudah positif tentunya ini juga butuh relaksasi kemudahan ekspor dari pemerintah," kata Kasan.

Kasan juga mengatakan, ada sejumlah komoditas pertanian yang melonjak tinggi pada periode Januari-Agustus 2020. Ekspor sayuran tercatat naik 68,69 persen, kelapa 189,19 persen, jambu, mangga, dan manggis 134,49 persen, dan pala meningkat 32,17 persen.

Selain itu, lanjutnya, tanaman rempah cengkeh naik 14,09 persen, kacang mede 73 persen, kayu manis 107,3 persen, dan kapulaga naik 96,5 persen. Kasan menjelaskan, produk-produk tersebut setidaknya bisa menjadi gambaran tingginya permintaan di masa pandemi.

Karena itu, jelas Kasan, selain fokus pada pasar, persiapan harus dilakukan agar produk tersebut tak mendapatkan hambatan di negara tujuan.


Bagikan di Facebook Twitter