Akademisi dari Universitas Djuanda, Dr. Saepudin Muhtar, menyoroti bahwa memperkuat sektor pariwisata dan ekonomi berbasis kerakyatan merupakan langkah strategis dalam menghadapi tantangan deindustrialisasi yang tengah berlangsung.
Dalam sebuah diskusi ekonomi nasional yang digelar di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis, Dr. Saepudin—yang akrab disapa Gus Udin—mengungkapkan bahwa Indonesia sedang menghadapi penurunan kontribusi industri manufaktur terhadap perekonomian nasional, yang menjadi indikator deindustrialisasi.
Ia menjelaskan bahwa berdasarkan tren Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia dari tahun 2000 hingga 2024, terjadi penurunan signifikan pada sektor manufaktur. Jika pada tahun 2000 sektor ini masih menyumbang sekitar 27 persen, maka pada 2020 kontribusinya hanya berkisar 19 persen.
"Penurunan ini berdampak luas, tidak hanya pada peningkatan angka pengangguran tetapi juga terhadap kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan," ujar Dr. Saepudin.
Namun, menurutnya, masih ada peluang untuk mengatasi permasalahan ini. Ia menekankan bahwa memperkuat sektor ekonomi berbasis rakyat serta mengembangkan potensi lokal dapat menjadi solusi efektif dalam menghadapi deindustrialisasi.
"Ekonomi kerakyatan bisa menjadi faktor utama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat," tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, anggota DPR RI dari Fraksi Gerindra, Dr. Endang S. Thohari, juga menggarisbawahi pentingnya mendorong usaha rakyat sebagai solusi nyata menghadapi tantangan ekonomi.
"Dari sisi legislatif, saya berkomitmen untuk terus mendukung program-program yang memperkuat usaha rakyat agar lebih berdaya," kata Dr. Endang.
Ia juga menyoroti peran krusial perempuan dalam menggerakkan ekonomi, baik melalui usaha kecil, pemanfaatan sumber daya lokal, maupun inovasi berbasis komunitas.
"Perempuan memiliki potensi luar biasa dalam menopang perekonomian, baik dalam skala kecil maupun besar," lanjutnya.
Dengan penguatan ekonomi berbasis kerakyatan, diharapkan tantangan deindustrialisasi dapat diatasi dan kesejahteraan masyarakat dapat terus meningkat.***