Beranda / Ekonomi / KEMENDAG: Gelar FGD Menteri Perdagangan Lintas Masa untuk Perkuat Posisi dalam Peta Perdagangan Global

KEMENDAG: Gelar FGD Menteri Perdagangan Lintas Masa untuk Perkuat Posisi dalam Peta Perdagangan Global

Diterbitkan pada 11 Maret 2019 oleh: Redaksi

Bagikan di Facebook Twitter


Jakarta, 11 Maret 2019 - FGD Menteri Perdagangan Lintas Masa, merupakan rangkaian kegiatan pra rapat kerja (raker) Kemendag yang akan berlangsung pada 12—13 Maret 2019 di Jakarta. Kementerian Perdagangan (Kemendag) berkomitmen memperkuat posisi Indonesia dalam peta perdagangan regional dan global sebagai bangsa niaga yang tangguh dan ikut memainkan arah perdagangan dunia bagi sebesar-besarnya kepentingan Indonesia. Untuk mencapai hal tersebut, berbagai upaya dilakukan, salah satunya dengan menggelar focus group discussion (FGD). Tema yang diusung yaitu "Meningkatkan Perdagangan yang Inklusif dan Berdaya Saing". Para Menteri dan Wakil Menteri Perdagangan yang hadir yaitu Arifin Siregar, Mohammad Hasan, Rahardi Ramelan, Mari Elka Pangestu, Gita Wirjawan, Bayu Krisnamurti, dan Muhammad Lutfi. "Untuk memperkuat posisi Indonesia dalam peta perdagangan global, Kemendag menerima masukan dan kritik yang bersifat membangun berupa pemikiran-pemikiran konseptual serta isuisu yang menjadi tantangan untuk diselesaikan. Masukan dari para Menteri Perdagangan lintas masa tentunya akan menambah informasi, wawasan, dan pengalaman terkait kondisi perdagangan saat ini dalam menjawab peluang dan tantangan yang akan dihadapi sektor perdagangan tahun 2020 ke depan," ujar Mendag. Melalui FGD ini, Kemendag dapat memperoleh berbagai tanggapan dan saran yang membangun terkait efektivitas langkah strategis Kemendag yang telah diimplementasikan sejak tahun 2015. Isu yang menjadi tantangan untuk diselesaikan, antara lain upaya untuk meningkatkan kinerja neraca perdagangan nasional, stabilitas inflasi barang kebutuhan pokok yang mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif; peralihan sistem perdagangan dari konvensional menuju digital di tengah pergeseran gaya hidup dan pola konsumsi masyarakat; serta perlindungan konsumen di era revolusi industri 4.0. Dalam diskusi ini, turut dibahas langkah-langkah peningkatan ekspor Indonesia. Beberapa hal yang dapat dilakukan adalah dengan mengidentifikasi hambatan yang dihadapi oleh para eksportir, mendorong masuknya investasi ke dalam negeri, dan meningkatkan daya saing dengan tidak hanya mengandalkan produk tertentu saja, namun juga di sektor lain, seperti sektor logistik.  


Bagikan di Facebook Twitter