Kadin Dorong UMKM Naik Kelas Jadi Pemain di Pasar Global - Foto: BeritaSatu Photo / Emral Firdiansyah - pagarbisnis.com

Kadin Dorong UMKM Naik Kelas Jadi Pemain di Pasar Global - Foto: BeritaSatu Photo / Emral Firdiansyah - pagarbisnis.com

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia akan terus mendorong para pelaku UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah) dan ekonomi kreatif untuk menjadi pemain utama di pasar global.

Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Pengembangan Pengusaha Nasional, Arsjad Rasjid dalam keterangannya di Jakarta.

Menurutnya, selama ini UMKM masih dikenal sebagai usaha di tingkat domestik. Karena itu, harus naik kelas menjadi pemasok di pasar global. "Kadin akan terus mendorong pelaku UMKM dan ekonomi kreatif untuk naik kelas, menjadi pemain terdepan di pasar global untuk lebih meningkatkan peranannya dalam perekonomian nasional," papar Arsjad.

Arsjad juga mengatakan, kita berpotensi besar untuk melahirkan pengusaha-pengusaha baru di daerah dan menghasilkan produk-produk berkualitas ekspor. Adapun ekspor produk-produk UMKM yang saat ini berada pada kisaran 14 persen, diharapkan pada akhir tahun 2021 akan naik menjadi 15,12 persen.

Di sisi lain, kontribusi ekspor UMKM Indonesia akan terus didorong sehingga dapat melampaui kinerja negara-negara lain, misalnya Singapura yang mencapai 41 persen dan Tiongkok sebesar 60 persen.

Tentunya, lanjut Arsjad, diperlukan langkah nyata untuk mendorong UMKM kita naik kelas. "Saya mengapresiasi program pemerintah terkait pengembangan kawasan dan integrasi UMKM masuk rantai pasok, digitalisasi koperasi dan UMKM, inkubasi bisnis koperasi dan UMKM, serta skema pembiayaan sesuai model bisnis dan komoditas. Kebijakan ini sangat pro pertumbuhan UMKM," paparnya. 

Arsjad yang juga calon Ketua Umum Kadin Indonesia periode 2021-2026 ini, mengaku optimistis kolaborasi yang baik antara Kadin dan pemerintah yang selama telah dijalankan, dapat meningkatkan kepercayaan diri, pengetahuan, dan daya saing pelaku UMKM untuk meningkatkan produktivitasnya sehingga dapat berkompetisi di pasar global.

Menurutnya, UMKM berperan besar dalam menumbuh kembangkan perekonomian nasional dengan kontribusi sektor UMKM terhadap produk domestik bruto (PDB) sebesar 61,07 persen. Tahun ini ditargetkan sebesar 62,36 persen dan pada tahun 2024 naik menjadi 65 persen.

"Meningkatkan jumlah pengusaha UMKM menjadi salah satu strategi Kadin untuk menciptakan sumber pendapatan baru, menciptakan lapangan kerja baru, dan mengurangi kemiskinan. UMKM berperan penting sebagai salah satu motor penggerak pertumbuhan dan pembangunan ekonomi. UMKM melibatkan banyak orang dan beragam usaha," paparnya.