Loading...

Jelang Natal dan Tahun Baru 2025, Mendag Pastikan Stok Minyak Goreng Aman dan Harga Stabil

 

 

Menteri Perdagangan, Budi Santoso, memastikan bahwa stok minyak goreng akan tetap tercukupi menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Pada Minggu (10/11), harga minyak goreng kemasan sederhana tercatat turun sebesar 0,05 persen atau Rp10, menjadi Rp18.280 per kg, sementara minyak goreng curah turun 0,12 persen atau Rp20, menjadi Rp16.740 per kg.

 

Budi menegaskan bahwa meski permintaan meningkat, pasokan minyak goreng tetap terjaga dengan baik. Ia juga menambahkan bahwa pihaknya terus melakukan pengawasan dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk memastikan kebutuhan minyak goreng tetap aman.

 

Mendag juga menyatakan komitmennya untuk menjaga kestabilan harga minyak goreng agar tetap terjangkau oleh masyarakat menjelang akhir tahun. "Kami terus berkoordinasi, memastikan harga tetap stabil. Kami juga bekerja sama dengan Satgas Pangan, pemerintah daerah, dinas terkait, distributor, dan para pemangku kepentingan lainnya untuk menjaga pasokan selama Nataru," ujar Budi.

 

Sementara itu, Badan Pangan Nasional (Bapanas) melaporkan adanya fluktuasi harga komoditas pangan hari ini. Bawang putih mengalami kenaikan tipis sebesar Rp440, menjadi Rp40.810 per kilogram. Berdasarkan data Panel Harga Bapanas pukul 10.00 WIB, harga beras premium tercatat naik 0,19 persen atau Rp30, menjadi Rp15.460 per kg, sementara beras medium turun sedikit sebesar 0,15 persen atau Rp20, menjadi Rp13.480 per kg.

 

Selain itu, harga bawang merah naik 2,14 persen atau Rp750, menjadi Rp35.780 per kg, dan bawang putih bonggol naik 1,09 persen atau Rp440, menjadi Rp40.810 per kg. Sementara itu, harga cabai merah keriting sedikit menurun 0,04 persen atau Rp10, menjadi Rp28.150 per kg, sementara cabai rawit merah naik 0,74 persen atau Rp290, menjadi Rp39.740 per kg.

 

Untuk komoditas lainnya, harga daging sapi murni tercatat naik 0,08 persen atau Rp110, menjadi Rp134.880 per kg, sementara harga daging ayam ras turun 0,53 persen atau Rp190, menjadi Rp35.920 per kg. Harga telur ayam ras juga naik 0,49 persen atau Rp140, menjadi Rp28.510 per kg.

 

Harga kedelai biji kering (impor) tercatat naik 1,14 persen atau Rp120, menjadi Rp10.690 per kg, sedangkan gula konsumsi naik 0,39 persen atau Rp70, menjadi Rp18.000 per kg. Sementara itu, harga tepung terigu curah turun 1,68 persen atau Rp170, menjadi Rp9.960 per kg, dan tepung terigu non-curah turun 1,14 persen atau Rp150, menjadi Rp12.970 per kg.

 

Harga jagung di tingkat peternak naik 2,03 persen atau Rp120, menjadi Rp6.020 per kg, sedangkan harga garam halus beryodium naik 0,78 persen atau Rp90, menjadi Rp11.570 per kg. Adapun harga ikan kembung naik 0,46 persen atau Rp170, menjadi Rp36.850 per kg, sementara ikan tongkol turun 1,78 persen atau Rp550, menjadi Rp30.270 per kg, dan ikan bandeng turun 1,57 persen atau Rp520, menjadi Rp32.520 per kg.