BANI Bantu Selesaikan Sengketa Bisnis Kalangan UMKM - foto: mediaindonesia.com - pagarbisnis.com

BANI Bantu Selesaikan Sengketa Bisnis Kalangan UMKM - foto: mediaindonesia.com - pagarbisnis.com

Badan Arbitrase Nasional Indonesia (BANI) dapat membantu menyelesaikan sengketa bisnis yang dialami UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) melalui arbitrase. "Sekarang kita akan memfokuskan pada penyelesaian sengketa bisnis di kalangan UMKM," papar Ketua Bani, Dr. Anangga W. Roosdiono pada acara Ramadhan Bersama BANI melalui zoom pada Senin (26/4/2021).

Menurutnya, banyak sekali penyelesaian sengketa bisnis di kalangan UMKM yang tak terselesaikan dengan baik. Atau, salah satu pihak, terutama pengusaha atau pelaku UMKM merasa tidak mendapatkan keadilan. "Jadi kami berusaha untuk menyosialisasikan adanya arbitrase untuk sengketa di UMKM, kami sudah membicarakan dengan Kementerian Koperasi dan UMKM," paparnya.

Anangga menjelaskan bahwa arbitrase tidak hanya berusaha membantu menyelesikan klaim-klaim yang nilainya besar, seperti 1 miliar dolar. Namun, BANI juga bersedia menangani klaim yang Rp5 juta. "Walaupun masih menjadi pertanyaan, siapa yang mau menjadi majelis. Tapi, kita merasa bahwa cukup banyak arbiter yang mau melakukan pekerjaan untuk public," jelasnya.

Adapun sengketa pada UMKM atau bisnis-bisnis kecil misalnya soal rusunawa dan penyewanya.   Hal seperti itu yang juga dilakukan BANI sekarang ini. "Kami yakin masih banyak arbiter yang mau melakukan tugas pro bono atau tugas publik," ujarnya.

Tentu saja, lanjutnya, BANI harus menggunakan standar baru mengenai biaya dan sebagainya. Pihak BANI harus menyesuaikan dengan kondisi tersebut. "Kami berharap dengan dukungan banyak pihak, bahwa persengketaan kecil seperti itu bisa terlaksana. Kita melihat, kemungkinan itu sangat terbuka, walapun nilai klaimnya kecil tapi sangat banyak kasus sengketa yang dapat diselesaikan."

Anangga juga menyadari bahwa tentu saja tak semua orang (arbiter) bersedia untuk menyesaikan klaim-klaim yang kecil. Karena itu, BANI membentuk suatu badan sendiri, yaitu international mediation arbitration center. "Jadi selain untuk menyelesaikan sengketa melalui mediatasi, juga arbitrase untuk sengketa yang klaimnya kecil. Tentunya syarat dan ketentuan ditentukan BANI,"jelasnya.